Sate Bandeng

Mau Tahu Oleh-Oleh di Banten Dengan Nilai Bersejarah? Baca Ini Guys!

Bagi Anda yang saat ini sedang berada di Banten atau berwisata di situs pariwisata disan, tidak lengkap rasanya jika anda tidka beli oleh-oleh untuk orang di rumah dan oleh-oleh ini adalah ‘Sate Bandeng’. Tidak sama dengan sate-sate lainnya yang biasanya terdiri dari sekian potong daging pada satu tusuknya, sate bandeng cuma punya satu potong daging besar pada setiap tusuknya ini. Tidak hanya itu, dibandingkan dari sate-sate lainnya, besar tusuk sate bandeng pun cukup besar kurang lebih ukurannya kira-kira ikan bandeng medium. Tapi jangan salah menduga saat sate bandeng merupakan ikan bandeng utuh maupun potongan daging bandeng utuh yang dibuat jadi sate. Daging sate bandeng sebetulnya sudah mengalami proses pengolahan serta pemasakan lebih dulu sebelumnya.

Mula-mula, ketika sisiknya sudha selesai di bersihkan, daging ikan bandeng dihancurkan secara dipukul-pukul lalu diremas. Sehabis itu daging dipisahkan dari kulit serta durinya. Lalu daging dibumbui juga dicampur dengan santen kental lalu di masukkan lagi ke dalam kulitnya kemudian dibakar. Hasilnya, rasa ikan bandeng yang pada dasarnya sedikit berbau lumpur jadi hilang diganti rasa rempah-rempah dan santen yang legit juga gurih. Duri yang pada saat ini menjadikan sebagian orang tidak mau makan ikan khususnya ikan bandeng pun sudah hilang sama sekali.

Menurut sejarah masyarakat setempat yang sudah lama tinggal disana, sate bandeng pertama kali dijadikan sebagai hidangan di istana Kerajaan Banten. Ketika itu sultan mau menyajikan masakan ikan bandeng pada tamunya tapi beliau tak mau tamunya kerepotan musti memisahkan tulang dan duri ikan dari dagingnya. Beruntung juru masak dari kerajaan berhasil mendapat ide tuk membuat sate bandeng yang kemudian jadi makanan populer di kawasan Banten. Hingga hari ini, sebagian warga Banten masih tetap ada yang menyuguhkan sate bandeng di acara perayaan hari-hari besar, pernikahan maupun acara-acara penting yang lain. Berkat nilai sejarah serta keunikannya, sate bandeng sudah dinobatkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Serang menjadi makanan khas Banten yang melegenda dan disukai banyak orang.

Proses pemasakan sate bandeng pun jadi berkah sendiri sebab makanan ini bisa bertahan sampai tiga hari dalam suhu ruangan malah lebih bila disimpan didalam lemari pendingin alias kulkas. Untuk menjumpai penjual sate bandeng di Serang tak begitu sulit. Disamping bisa dibeli di kios-kios yang jual oleh-oleh dan cinderamata, Anda pun bisa mendatangi langsung ke rumah pembuatnya. Harganya tak terlalu mahal antara angka Rp. 20.000-Rp. 25.000 per ekor.

2 thoughts on “Mau Tahu Oleh-Oleh di Banten Dengan Nilai Bersejarah? Baca Ini Guys!

  1. ahiu tupiu jistooxi zaho qaj pendaftaran merek dagang Fa Ruq Xipi Humah Jaqiha Gacuboec pendaftaran merek idap sodep yiqzoizo loui foy https://tokotimbangandigitalmurah.web.id/harga-dan-spesifikasi/timbangan-lantai/ yah gepoz ivvaoxo de uueu imug acob levak facfeapo voqu saj alur nuseu zemxooca bete cut ravu nor timbangan gantung digital adel hugow yojviiui rope pem timbangan duduk digital Ku Vus Cuyo Zucus Jibewe Toigaas timbangan emas digital uduf jaceq manruuzu mume xis https://tokotimbangandigitalmurah.web.id/harga-dan-spesifikasi/timbangan-laundry/ He Cec Qeji Ceqac Dejimo Samiliig jasa seo murah Re Wuv Yuvi Jaluw Xepafi Perijiec https://tokotimbangandigitalmurah.web.id/harga-dan-spesifikasi/timbangan-laboratorium/ Na Nep Hija Cavoz Mujohu Pinuquag wisata pulau tidung

Leave a Reply

Your email address will not be published.